Suatu syair lagu Rap (Hip Hop of Islam)
“Sahabatku…
inilah ringkasan perasaan gundah yang pernah kautitipkan padaku
secara langsung atau melalui surat dan email
maaf, kuhanya bisa menjawab,
melalui syair-syair sederhana ini
sekedar meyakinkan bahwa
Allah tidak akan pernah memberi cobaan diluar kemampuan hambanya”
pada setapak kehidupan ketika kau bersedih
senandung cerita liri hati yang tak bertepi
pada dimensi sajak hari yang terlalu dingin
ketika kesepian menjawab renta malam tanpa angin
seminim hidup dalam sebuah kalimat mungkin
pada harapan ketika jiwa harus tetap berdiri
membelah hidup yang tak memerlukan terima kasih
maka… maafkanlah…
hadapi hidup lini apa adanya
hidupi hidup dengan iman dan kesabaran
enyahkan kejenuhan hidupmu, buanglah rasa cemas
bersyukurah seluas langit dan bumi
tinggalkan kekosongan harimu
dalam rencana esok pada kehidupan dihari yang lain
tanyakan pada dirimu
akan kesantunan yang selalu terabaikan
perihalalah, perihalalah senyummu agar tak menjadi palsu
menikmati kesedihan dan menjadi tangguh
menaklukan pedih menjadi peluru
bernafas seperti batu menjadi singa
dalam kejayaan matahari
menjaga malam bersama tamaknya ibadah
bersama rahib robbani
mensyukuri semesta bersama para penjaga purnama
meninggalkan jiwa bersama dakwah
mencumbu cinta didalam jihad
mencari perjalan bersama Allah dan Rassulnya
membalut hati tanpa retorika
siapkah kau jika hari menjadi pedang
dan kesempatan kedua tak lagi memiliki sarang
bertarung menjaga cinta dalam kesepian
membunuh waktu dalam harapan
karena lahir, adalah untuk melihat kenyataan
pada lautan air mata kita belajar
pada kepedihan yang mendidik kita tuk tak gentar
bertahan menjadi akar
bersemi pada keteguhan yang mekar
(from Rapper Islam_Thufail)






